Hari ini melakukan kegiatan yang tidak biasa dilakukan bila hari kerja. Dimulai dari pagi hari, bangun pagi saat adzan subuh berkumandang, langsung sholat di musholla. Subhanalloh, udara dini hari sangat segar. Biasanya kalau masuk kerja langsung mandi, tapi karena hari ini hari libur bisa jalan pagi sambil peregangan tubuh. Segarnya menghirup udara pagi Jakarta, badan juga segar setelah peregangan. Besok pagi lagi ah.
Sarapan pagi dengan nasi ulam buatannya Bang Maman. What the hell ga tau ngantri ya, rada kesal gw saat mendapat giliran pelayanan nasi ulam. Hal yang paling menyebalkan: di salip antrian. Padahalkan antri membuat lebih rapi, memudahkan kedua pihak saat bertransaksi, dan menguntungkan semua pihak. Ayo dong antri yang teratur, orang gaul tau antri tau. Komentar antrian sudah, komentar nasi ulam: enak cuy. Oh iya, Biasanya nyokap gw yang beliin sarapan kalau dia ga masak. Rame ngantri dan banyak lalat saat menunggu giliran pelayanan. Jadi mau ngucapin: Thanks for mother for love of preparing my breakfast.
Agak siang mandi, terus ke bank untuk transfer duit sama tanya-tanya mengenai program syariah. Banyak hal yang perlu ditanya mengenai keuntungan syariah. Pulang dari bank ke tempat mie ayam favorit gw, akhirnya makan mie setelah 3 hari menunggu. Makan siang terus tidur siang. Biasanya kalau kerja ga bisa ke bank dan makan mie ayam. Gw akan memanfaatkan liburan dengan hal2 yang ga bisa dikerjakan pada waktu kerja.
Sore, setelah bangun tidur, belanja kebutuhan beberapa hari ke depan. Apa yang gw dapat: roti gandum, sereal, keju, kentang beku, ayam beku dan otak2 ikan. Yeah besok makan kentang goreng. Sekarang waktunya bersih2 dan besok bangun pagi lagi
>> Ayo nge-blog dan bookmark blog gw
0 Tanggapan ke “Hari libur ketiga”